Wuling Eksion Libas Jalur Pansela 600 Km, Akselerasi Mantap Tapi Tetap Irit BBM

0
wuling eksion phev
ads top

ROCKOMOTIF, YogyakartaWuling Eksion PHEV membuktikan diri sebagai SUV plug-in hybrid yang tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga menawarkan performa impresif untuk perjalanan jarak jauh. Hal tersebut dibuktikan melalui pengujian langsung di rute Yogyakarta–Pangandaran–Bandung–Jakarta sejauh 601 kilometer melalui jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa.

Dalam kegiatan Media Drive bertajuk Exploring Family Journeys, Wuling menghadirkan sembilan unit Eksion PHEV yang masing-masing diisi empat penumpang. Rute ini dipilih karena menghadirkan berbagai karakter jalan, mulai dari jalur lurus, tanjakan, tikungan perbukitan, hingga kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.

“Jalur pesisir selatan Jawa yang dilalui selama kegiatan ini menghadirkan beragam kondisi berkendara yang memungkinkan peserta merasakan langsung bagaimana teknologi Plug-in Hybrid Wuling Eksion bekerja dalam berbagai situasi perjalanan,” ujar Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian.

baterai wuling eksion phev

Pada etape pertama Yogyakarta menuju Pangandaran sejauh 211 km, performa sistem elektrifikasi Eksion PHEV menjadi sorotan utama. Dengan mode EV Max, SUV ini mampu melaju sejauh 106,4 km hanya menggunakan tenaga listrik tanpa mengonsumsi bensin sama sekali.

Baca juga: Baterai Wuling Eksion PHEV Tembus 140 Km di Jalur Pantai Selatan

Etape kedua menjadi ujian handling paling serius. Jalur berkelok dari Pangandaran menuju Nagreg, Bandung, mengungkap karakter asli Eksion PHEV. Suspensi McPherson Strut depan dan Multi-Link belakang tampil kompeten di aspal mulus — peredamannya halus dan kabin terasa tenang.

Wheelbase yang lebih pendek dibandingkan Wuling Darion membuat mobil ini lebih lincah saat melibas tikungan dan jalur perbukitan. Ground clearance 195 mm juga memberikan rasa percaya diri saat menghadapi berbagai kondisi jalan.

Namun di jalan bergelombang atau permukaan tidak rata, karakter suspensinya terasa sedikit keras, terutama bagi penumpang baris kedua.

wuling eksion phev pangandaran

Di balik kap mesin, Wuling menyematkan mesin bensin 1.500 cc bertenaga 105 hp dan torsi 130 Nm yang dipadukan motor listrik berkekuatan 195 hp. Kombinasi tersebut menghasilkan akselerasi yang responsif, terutama saat menanjak maupun melakukan manuver menyalip.

Penyaluran tenaga terasa halus berkat penggunaan Dedicated Hybrid Transmission. Saat mode hybrid aktif, perpindahan kerja antara mesin bensin dan motor listrik berlangsung nyaris tanpa jeda sehingga kenyamanan berkendara tetap terjaga.

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta, mayoritas melewati jalan tol di mana Eksion PHEV ini menyuguhkan akselerasi yang sangat sempurna. Bisa cruising santai dan nyaman, atau mau agresif juga akselerasinya sangat mantap. Urusan menyalip kendaraan dapat dengan mudah dilibas.

Baca juga: Konsumen Wuling Eksion Resmi Terima Unit

Kalau memang bosan dengan jalanan lurus, bisa aktifkan Adaptive Cruise Control yang sangat berguna di jalan tol. Lumayan untuk  mengurangi kelelahan pengemudi saat menempuh perjalanan panjang lintas kota.

Wuling Eksion PHEV juga dibekali sejumlah fitur yang memang dirancang untuk menunjang perjalanan keluarga. Mulai dari ventilated seat untuk pengemudi dan penumpang depan, electric front passenger seat adjustment. Lanjut wireless charger 50 watt, power tailgate hingga rangkaian Advanced Driver Assistance System (ADAS).

wuling eksion phev

Kesimpulannya, di tengah naiknya harga BBM terutama Pertamax Series tentunya kendaraan yang hemat BBM jadi pilihan terbaik. Nah, Eksion PHEV ini bisa jadi solusinya, terutama untuk Anda yang memang tak mau repot dengan mobil listrik murni.

Selama perjalanan sejauh 601 km ini WUling Eksion menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata mencapai 4,9 liter per 100 km atau setara sekitar 20,4 km/liter. Sisa jarak tempuh yang terdapat di layar MID menunjukkan sisa baterai di 53 km dan jarak bahan bakarnya di 502 km.

Baca juga: Wuling Eksion Dijual Mulai Rp 389 Juta Untuk 2.000 Pembeli Pertama

Angka tersebut tergolong impresif mengingat pengujian dilakukan dalam kondisi nyata dengan berbagai karakter jalan dan gaya berkendara yang dinamis. Satu lagi, tidak ada pengisian baterai di SPKLU ya. Jadi kondisi baterai hanya bergantung pada fitur regenerative braking serta pengisian daya oleh mesin bensinnya.

Dengan kombinasi performa responsif, kemampuan berkendara listrik murni yang jauh, serta efisiensi bahan bakar yang tinggi, Wuling Eksion PHEV tampil sebagai salah satu SUV plug-in hybrid yang layak diperhitungkan di pasar Indonesia.

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here