Ini Risiko Menunda Ganti Oli Saat Musim Kemarau

0
Dampak ganti oli kendaraan pada musim kemarau
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Menunda ganti oli kendaraan sering dianggap sebagai cara sederhana untuk menghemat biaya perawatan kendaraan. Padahal, kebiasaan tersebut justru bisa berujung pada kerusakan mesin yang membutuhkan biaya perbaikan jauh lebih besar, terutama saat memasuki musim kemarau.

Kondisi cuaca yang semakin panas menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan.

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, menjelaskan bahwa temperatur lingkungan yang tinggi membuat suhu kerja mesin ikut meningkat. Dampaknya, kualitas oli lebih cepat menurun karena mengalami oksidasi sehingga kemampuannya melumasi sekaligus melindungi komponen mesin tidak lagi optimal.

“Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun. Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat,” ujar Mulianto.

Menurutnya, masih banyak pemilik kendaraan yang hanya mengandalkan angka kilometer sebagai patokan waktu mengganti oli. Padahal, kondisi penggunaan kendaraan juga sangat memengaruhi usia pakai pelumas.

Mobil atau motor yang lebih sering menghadapi kemacetan maupun kondisi stop and go membuat mesin bekerja pada suhu yang lebih tinggi. Akibatnya, kualitas oli bisa menurun lebih cepat meski jarak tempuh kendaraan belum mencapai batas penggantian yang direkomendasikan.

Karena itu, pemilik kendaraan disarankan tidak hanya memperhatikan odometer, tetapi juga mempertimbangkan pola penggunaan, kondisi lalu lintas, hingga lamanya oli digunakan agar perlindungan mesin tetap maksimal.

Selain ganti oli tepat waktu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga performa mesin sekaligus menghemat biaya perawatan.

Pertama, hindari kebiasaan mengemudi atau berkendara pada putaran mesin (RPM) tinggi secara terus-menerus. Kondisi tersebut membuat suhu mesin meningkat sehingga oli bekerja lebih berat dan lebih cepat kehilangan kualitasnya.

Kedua, gunakan oli full synthetic yang umumnya memiliki ketahanan lebih baik terhadap suhu tinggi dan proses oksidasi. Jenis pelumas ini dinilai mampu menjaga performa mesin lebih stabil, terutama saat digunakan pada cuaca panas.

Meski terlihat sederhana, mengganti oli sesuai jadwal tetap menjadi salah satu bentuk perawatan paling penting.

Selain menjaga performa mesin tetap optimal, langkah ini juga dapat membantu memperpanjang usia pakai kendaraan sekaligus menghindarkan pemilik dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here