Irma Ferdiana, Offroader Motor Wanita Indonesia di AXCR 2026

0
Irma Ferdiana offroader motor di AXCR 2026
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Nama Irma Ferdiana menjadi salah satu atlet motorsport perempuan Indonesia yang mencuri perhatian di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026 di Thailand.

Turun di kelas M1, perempuan kelahiran Jember, 25 Juli itu kembali membuktikan ketangguhannya menghadapi reli lintas negara yang dikenal memiliki tantangan berat.

Kiprah dirinya di AXCR tahun ini bukanlah sesuatu yang baru. Sejak kelas perempuan pertama kali dibuka pada 2018, ia langsung mencuri perhatian lantaran berhasil menjadi juara. Terlebih, kompetitor yang ia hadapi saat itu adalah Jepang dan Thailand.

“Waktu pertama kali dibuka kelas wanita pada 2018, saya langsung juara. Saat itu ada tim Jepang dan Thailand. Jadi pertama kali datang AXCR, pas kelas perempuan dibuka, saya langsung juara,” ujar Irma Ferdiana, saat dihubungi ROCKOMOTIF.COM.

Irma Ferdiana offroader motor wanita Indonesia di ajang AXCR 2026
Ia menggunakan Husqvarna FE250

Kecintaannya terhadap dunia petualangan juga bukan muncul secara tiba-tiba. Sebelum ia terjun ke AXCR, ia merupakan mantan atlet voli dan telah lama menggeluti kegiatan pendakian serta adventure trail.

Sejak 2016-2017, ia rutin mengikuti adventure trabasan dan kerap menjadi satu-satunya perempuan di antara para pengendara motor yang didominasi oleh kaum pria.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting nagi Irma Ferdiana ketika harus menghadapi karakter lintasan AXCR yang dikenal ganas. Menurutnya, bicara lawan berat yang harus ia hadapi adalah tim Jepang memiliki keunggulan dalam navigasi karena pengalaman panjang mereka di ajang reli.

“Kalau navigasi, tim Jepang menurut saya lebih lama main rally. Jadi mereka lebih detail membaca roadbook, selain karena jam terbang,” kata perempuan yang menggunakan Husqvarna FE250.

Irma Ferdiana sendiri mengaku mendapat pelatihan navigasi dari almarhum Kadek Ramayadi. Setelah mendapatkan ‘ilmu' yang cukup, ditambah dengan sejumlah pengalaman bertanding di Thailand juga ikut memperkaya kemampuannya pada musim ini.

Irma Ferdiana, Offroader Motor Wanita Indonesia di AXCR 2026
Jalur lumpur berhasil ditaklukan

Pada AXCR 2026, tantangan berat langsung dihadapi sejak leg pertama. Special stage mencapai sekitar 205 kilometer, sementara jarak road section lebih dari 200 kilometer. Trek berbatu, lumpur, dan hujan membuat kondisi semakin sulit.

“Kita kehujanan empat kali. Sebelum balap, saat balapan dua kali, dan setelah balapan di road section juga kehujanan,” ungkapnya.

Namun, karakter lintasan pada leg kedua justru membuat Irma semakin menikmati balapan. Menariknya, pada leg kedua rute yang harus dilalui terpaksa dipangkas. Sebab wilayah yang akan dilintasi mengalami banjir.

Irma Ferdiana, Offroader Motor Wanita Indonesia di AXCR 2026
Kemampuannya ber-offroad patut diacungi jempol

“Leg 2 saya malah lebih menikmati karena basic-nya trabasan. Ketemu batu itu lebih enak. Kita juga dapat bonus track yang sesuai karakter saya meskipun hanya sekitar 20 kilometer masuk hutan,” kata Irma.

Hasilnya, ia mampu menempati posisi ketujuh pada leg kedua. Meski sempat turun ke posisi ke-11 pada leg ketiga, ia kembali menutup leg keempat di posisi kesembilan dari sekitar 40 rider laki-laki.

Menariknya, perjuangan menuju finis juga diwarnai drama navigasi. Irma memilih mengikuti perhitungan roadbook sendiri ketika sejumlah peserta lain justru kebingungan menentukan arah.

“Dari hitungan saya di roadbook, belok kiri masih di depan. Tim lain saya melihat mereka pada bingung, jadi kalau menurut roadbook saya, kita masih lurus dan akhirnya saya berhasil finish duluan. Kita menunggu sekitar lima menit peserta lainnya,” ujarnya.

Bagi Irma, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Baginya, mampu menyelesaikan seluruh rangkaian balapan dengan persiapan maksimal jauh lebih penting.

“Yang paling utama finish. Masalah hasilnya podium itu bonus. Yang paling penting kita maksimal, mulai dari persiapan motor, navigasi, dan fisik,” tegasnya.

Keterlibatan Irma di AXCR bermula dari ajakan Rudi Poa dan dukungan sponsor Furukawa saat kelas perempuan pertama kali dibuka. Dari awalnya sekadar mencoba tantangan selama enam hari, Irma justru menemukan pengalaman baru.

Irma Ferdiana, Offroader Motor Wanita Indonesia di AXCR 2026
Aksinya saat menaklukan medan extreme AXCR

“Daripada adventure saja, akhirnya kita turun. Setelah itu ternyata seru, tantangannya beda. Kita dapat banyak teman baru dari berbagai negara dan bisa membangun skill,” tuturnya.

Kini, Irma berharap kiprahnya dapat memunculkan lebih banyak pebalap perempuan di Indonesia.

“Harapan saya ada regenerasi di Indonesia dan mudah-mudahan bisa termotivasi. Mainan seperti ini di luar negeri sudah lama, sedangkan di Indonesia baru mulai berkembang dengan adanya IRRA,” pungkasnya. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here