ROCKOMOTIF, Jakarta – Spare part mobil yang dibuat di Indonesia rupanya telah merajalela ke beberapa negara di berbagai belahan dunia.
Hal ini turut dirasakan PT Artha Global Partindo, distributor spare part otomotif yang selama satu dekade terakhir aktif mengembangkan pasar ekspor ke berbagai negara.
Managing Director PT Artha Global Partindo, Randy Hardyson, mengatakan perusahaan saat ini telah mengekspor produk otomotif ke berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, Australia, Amerika Selatan hingga Amerika. Pasar Eropa dan Rusia juga mulai menjadi sasaran pengembangan berikutnya.
“Produk Indonesia makin mendunia,” ujar Randy.
Menurut Randy, spare part mobil yang dipasarkan cukup beragam, mulai dari suku cadang untuk kendaraan Toyota, Nissan, dan Honda, hingga berbagai produk aftermarket buatan Indonesia.
Jenis produknya antara lain filter udara, filter oli, clutch cover, brake pad, brake shoe, hingga berbagai komponen servis kendaraan lainnya. Perusahaan juga memasarkan produk pendukung seperti coolant dan oli.
Menariknya, Randy melihat permintaan terhadap produk Indonesia tidak hanya didorong oleh harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas yang semakin diakui.
Bahkan, kebutuhan spare part ikut tumbuh seiring banyaknya kendaraan produksi Indonesia yang diekspor ke berbagai negara.

“Produk Indonesia ternyata lebih terjangkau dibandingkan produk di negara mereka. Made in Indonesia juga semakin diakui,” katanya.
Untuk pasar tertentu, kebutuhan produknya pun berbeda. Di Australia, misalnya, PT Artha Global Partindo banyak memasok komponen bodi seperti bumper dan pintu.
Sementara sejumlah pasar berkembang di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Selatan menjadi tujuan berbagai komponen pengganti kendaraan.
Dalam pengembangan bisnisnya, perusahaan juga mengandalkan produk genuine atau suku cadang resmi.
Randy menjelaskan, sebagai distributor resmi untuk produk tertentu, pihaknya memiliki otorisasi dan lisensi untuk mendistribusikan genuine part. Karena itu, perusahaan tidak menjual produk palsu.
Keikutsertaan dalam pameran seperti Automechanika menjadi salah satu cara PT Artha Global Partindo membuka pasar baru.
Dari ajang tersebut, perusahaan mendapatkan calon pelanggan dari sejumlah negara, termasuk Trinidad dan Tobago yang sebelumnya belum menjadi tujuan ekspor.
Randy menegaskan, strategi perusahaan bukan mengejar penjualan retail satu per satu, melainkan mencari mitra distributor yang mampu mengembangkan pasar dalam skala besar.
“Kami mencari partner yang serius dan capable untuk skala besar, karena kami memang tidak menjual retail,” ujarnya.
Dengan jaringan ekspor yang terus berkembang, PT Artha Global Partindo melihat masih terbuka luas peluang bagi spare part mobil buatan Indonesia untuk semakin dikenal dan digunakan di pasar global. (*)








