Memen Harianto Tampil Menekan di Paruh Pertama AXCR 2026

0
Memen Harianto pereli Indonesia di AXCR 2026
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Memen Harianto, pereli Indonesia yang tengah berlaga di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026, berhasil tampil menekan sejak awal kompetisi.

Hasilnya, setelah melakoni semua rangkaian paruh pertama ia berhasil mengungguli pesaingnya yang bertarung di kategori T1G.

Pada leg kermpat yang dilangsungkan pada Kamis (13/08), ia memulai hari dengan posisi start overall ke-11, Memen Harianto berhasil menutup etape dengan kemenangan di kelas T1G FFA bensin.

Secara keseluruhan, ia finis di posisi ke-13 untuk kategori gabungan diesel dan bensin.

“Persaingannya sangat rapat banget. Antar peserta waktunya mepet-mepet,” ujar Memen.

Memen Harianto pereli Indonesia di AXCR 2026
Toyota Hilux Revo jadi andalannya

Ia mengaku terus melakukan push, termasuk mengejar catatan waktu kendaraan diesel yang memiliki keunggulan di sejumlah kondisi lintasan.

Performa Memen menunjukkan tren positif dari hari ke hari. Pada hari pertama, ia tertinggal tiga menit dari pesaing terdekatnya. Kemudian pada hari kedua, pereli Indonesia ini berhasil membalikkan keadaan dengan unggul satu menit, kemudian menang delapan menit pada hari ketiga dan memperlebar keunggulan menjadi 14 menit pada hari keempat di kelasnya.

Namun, perjuangan tersebut tidak berlangsung mulus. Lintasan yang becek membuat visibilitas menjadi persoalan.

Pada leg pertama, kejadian yang kurang mengenakkan harus dialami Memen Harianto. Wiper mobil sempat tidak mampu membersihkan permukaan kaca yang diselimuti lumpur dan tanah.

Memen Harianto pereli Indonesia di AXCR 2026
Ia terus berusaha tampil maksimal

Setelah terpaksa harus menepikan kendaraan di tengah laju kompetisi, ia baru menyadari bahwa plastik pelindung pada wiper belum dilepas.

Alhasil, Memen Harianto harus berhenti agar wiper dapat dibersihkan dan merelakan posisinya diovertake 4-5 pereli yang ada di belakangnya.

Masalah lain muncul pada hari kedua ketika CV joint kiri pada as roda depan jebol. Di lintasan licin dan berlumpur, ia sempat tidak menyadari kerusakan tersebut.

Saat mencoba masuk ke jalur, mobil justru tersangkut di sawah selama sekitar 10 menit tanpa adanya titik winching.

Memasuki leg ketiga, Memen kembali melakukan push. Berangkat dari posisi 23, ia mampu finis di posisi 11 overall. Kondisi lintasan yang menyerupai sprint rally Indonesia turut membantu karena karakter tersebut membuatnya bisa mencatat waktu lebih baik.

Meski begitu, AXCR tetap sulit diprediksi. Pada SS3, gearbox sempat terkunci di gigi empat sekitar 40-50 kilometer menjelang garis finis. Akibatnya, Memen harus terus melaju tanpa menggunakan gigi empat hingga mencapai garis akhir.

Memen Harianto pereli Indonesia di AXCR 2026
Ia sempat mengalami kendala teknis di SS 3

“Kalau tidak ada issue, harusnya aman. Catatan waktunya rapat banget,” katanya.

Memen juga menyebut lawannya yang menggunakan Suzuki Jimny memiliki keuntungan dari sisi karakter kendaraan dan pilihan mesin. Karena itu, strategi tidak hanya soal memacu mobil sekencang mungkin, tetapi juga menjaga ritme agar kendaraan mampu bertahan hingga finis setiap hari.

Sejak leg ketiga, AC mobil juga mengalami masalah dan masih dalam proses perbaikan. Di tengah segala kendala itu, Memen memilih satu prinsip: terus menjaga ritme, menghindari risiko berlebihan, dan memastikan Toyota Hilux tetap mencapai finis. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here