ROCKOMOTIF, Jakarta – Pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia, Ryan Nirwan, berhasil mencatatkan namanya sebagai Juara Nasional Rally 2026.
Gelar tersebut berhasil ia raih setelah menuntaskan seri ketiga yang berlangsung akhir pekan lalu di Simalungun, Sumatera Utara.
Keberhasilan tersebut menjadi yang kedua bagi Ryan Nirwan selama berseragam Toyota Gazoo Racing Indonesia. Sementara bagi pribadinya, ini merupakan gelar ketujuh yang berhasil ia koleksi.
Namun, kali ini ada yang terasa lebih spesial bagi Ryan. Ia berhasil memastikan gelar setelah menyelesaikan balapan dan berdiri di podium bersama co-driver Adi Indiarto dengan mengandalkan GR Yaris Rally2.

Bagi pereli asal Balikpapan, Kalimantan Timur, ia mengaku keberhasilan kali ini memberikan perasaan yang berbeda dibandingkan sebelumnya.
“Kalau tahun lalu masih menunggu karena tidak finish, kali ini benar-benar Juara Nasional di podium,” ujar Ryan Nirwan.
Di balik keberhasilannya dalam meraih gelar tersebut, ia menjelaskan bahwa ada strategi yang memang telah ia mainkan bersama Toyota Gazoo Racing Indonesia. Menurutnya, hal ini yang turut menopang performanya.

Ryan mencatat waktu tercepat pada SS1 hingga SS6. Ia kemudian berada di posisi paling belakang pada SS7 sebelum kembali menjaga ritme pada SS8 hingga SS12.
Keputusan tersebut diambil karena jaraknya dengan pesaing terdekat, Musa Rajekshah atau yang akrab di sapa Bang Ijeck, sudah mencapai sekitar 3 menit 30 detik.
“Di Toba ini siapa yang tidak bikin salah. Bukan siapa yang paling kencang,” kata Ryan.
Selain strategi, Ryan menilai kekuatan utama Toyota Gazoo Racing Indonesia terletak pada persiapan tim yang profesional dan terencana. Mulai dari engineer, mekanik, manajemen, hingga program latihan, seluruhnya disiapkan secara matang sejak awal musim.

Kinerja tersebut bahkan mendapat apresiasi dari delegasi FIA di bagian teknis yang memberikan ucapan selamat kepada tim atas pencapaian mereka.
Setelah mengamankan gelar nasional rally, Ryan kini mengalihkan perhatian ke ajang sprint rally. Meski masih berada di posisi terdepan, persaingan belum sepenuhnya berakhir karena dari lima seri, hanya empat hasil terbaik yang akan diperhitungkan.
Ryan pun memilih tetap rendah hati dan tidak menganggap persaingan telah selesai.
“Yang pasti saya tidak jumawa. Kita akan berusaha dan kita tidak menyerah,” tegasnya. (*)








