Ryan Nirwan Kembali Antarkan Toyota Gazoo Racing Indonesia Jadi Juara

0
Ryan Nirwan Toyota Gazoo Racing Indonesia
Selebrasi kemenangan TGRI (Foto: ist)
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Perjuangan Ryan Nirwan bersama co-driver Adi Indiarto untuk meraih kemenangan tidak berlangsung mudah. Pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia itu justru mengawali persaingan dengan situasi yang cukup berat setelah debu dari mobilnya sendiri mengganggu pandangan pada Special Stage (SS) pertama.

Mengandalkan Toyota GR Yaris Rally2, pereli asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini harus kehilangan waktu sekitar lima detik pada SS1. Kesalahan tersebut sempat membuat kepercayaan dirinya menurun, terlebih persaingan pada seri ini berlangsung ketat dan sejumlah rival mampu tampil konsisten sejak awal.

“SS1 dengan ketutupan debu sendiri, dan nyetirnya belum optimum. Ketinggalan lima detik agak bikin down juga,” ujar Ryan Nirwan menggambarkan awal perjuangannya.

Namun, ketertinggalannya pada SS pertama tidak membuat ia dan Adi Indiarto kehilangan arah. Bersama tim, keduanya langsung melakukan evaluasi setiap kali menyelesaikan satu SS. Kesalahan pada SS1 menjadi bahan perbaikan untuk menghadapi SS berikutnya.

Ryan Nirwan Toyota Gazoo Racing Indonesia
GR Yaris Rally2 yang jadi andalan (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)

Memasuki SS2 dan SS3, Ryan Nirwan mulai menemukan kembali ritme berkendaranya. Meski demikian, performanya belum sepenuhnya optimal. Masih ada keraguan yang membuatnya belum mampu memberikan tekanan maksimal kepada pesaing.

“Selesai SS1 kita tahu salahnya. SS2 kita ada improvement cara nyetir kita. SS3 kita improve, tapi banyak ragu-ragunya,” kata Ryan.

Tantangan semakin berat karena karakter lintasan pada seri tersebut bukan sekadar membutuhkan kecepatan. Kondisi lintasan yang berlubang, berpasir dan berdebu membuat pereli harus memiliki kemampuan membaca medan sekaligus keberanian untuk menjaga momentum.

“Kontur jalannya berlubang, jadi benar-benar seperti safari rally. Lay out-nya super keren, tanah pasir, debu, dan di SS keempat karena konturnya sudah berlubang jadi mobil lompat sana-lompat sini,” tuturnya.

Di tengah tekanan tersebut, persaingan juga semakin menarik dengan performa Egon Nasution dari 73 Garage yang menurut Ryan Nirwan mengalami peningkatan signifikan. Konsistensi sang rival menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Ryan dan Adi.

Ryan Nirwan Toyota Gazoo Racing Indonesia
Ryan Nirwan, pereli andalan Toyota Gazoo Racing Indonesia (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)

“Om Egon menunjukkan step up yang signifikan. Saya melihat waktunya super konsisten. Dia juga sudah latihan dengan segala macam, sampai akhirnya memberikan hasil yang bagus,” ujarnya.

Hingga SS3, posisi Ryan masih belum sepenuhnya aman. Namun, situasi tersebut justru menjadi pemicu bagi pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia itu untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada SS terakhir.

Memasuki SS4, ia mengubah pendekatan. Jika pada tiga SS sebelumnya masih terdapat sejumlah keraguan, kali ini seluruh batasan tersebut dilepas. Tidak ada lagi ruang untuk menahan laju.

“SS4 itu istilahnya kita maksimalkan semuanya. Yang tadinya kita tahan, kita gaspol,” kata Ryan.

Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam perjuangan Ryan Nirwan dan Adi Indiarto. Setelah tertinggal cukup jauh pada SS1 dan masih berada di posisi kedua hingga SS3, keduanya mampu membalikkan keadaan pada SS4.

Ryan Nirwan Toyota Gazoo Racing Indonesia
Pereli asal Balikpapan berhasil tampil maksimal (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)

Kemenangan itu sekaligus menjadi bukti bahwa balapan reli tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga kemampuan membaca kesalahan, melakukan evaluasi, menjaga ketenangan dan bangkit ketika berada di bawah tekanan.

Ryan menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari mental untuk tidak menyerah serta kerja keras seluruh tim.

“Kita enggak pernah nyerah. Kita sudah ketinggalan cukup jauh di SS1, dan sampai SS3 kita masih sebenarnya posisi kedua. Tapi kita bisa membalikkan keadaan di SS4,” ujarnya.

Menurut Ryan, kemenangan tersebut juga menjadi gambaran bagaimana sebuah tim harus mampu bekerja dalam tekanan. Ketika peluang masih terbuka, setiap detik di lintasan harus dimanfaatkan hingga garis finis.

“Kita tidak menyerah dan di bawah pressure tim bisa perform sangat baik,” kata Ryan.

Perjuangan Ryan Nirwan bersama Adi Indiarto pun menjadi gambaran dramatis sebuah kemenangan: dimulai dengan kesalahan dan keterpurukan, dilanjutkan evaluasi demi evaluasi, hingga akhirnya keberanian untuk gaspol di SS4 membawa mereka membalikkan keadaan. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here