ROCKOMOTIF, Jakarta – Mobil listrik BYD Atto 2 yang sempat terdaftar di Indonesia kini hadir dalam versi pembaruan di pasar asalnya. Di China, model ini dijual dengan nama Yuan Up, dan kini mendapat sejumlah pembaruan signifikan, terutama di sektor jantung pacu.
Dilansir dari Carnewschina, BYD Atto 2 kini tersedia dalam varian lebih tinggi dengan daya jelajah hingga 501 kilometer berdasarkan standar CLTC. Mobil ini mengandalkan satu motor elektrik penggerak roda depan yang menghasilkan tenaga 94 hp dengan torsi puncak 180 Nm, masih dibangun di atas platform e-Platform 3.0 Cell-to-Body hasil pengembangan internal BYD.
Soal baterai, Atto 2 dipasok oleh FinDreams menggunakan material Lithium Iron Phosphate. Varian teranyar ini mendapat kapasitas baterai 51,13 kWh, sementara tipe di bawahnya masih mengandalkan baterai 32 kWh dan 45,12 kWh dengan daya jelajah masing-masing 200 hingga 300 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Baca juga: BYD Resmi Operasikan Pabrik di Subang, Sanggup Produksi 150 Ribu Unit per Tahun
Dari sisi dimensi, BYD Atto 2 tetap mempertahankan ukuran panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, dan tinggi 1.675 mm, dengan jarak sumbu roda 2.620 mm. Sebagai penyegaran, kini tersedia tambahan opsi warna baru yaitu Energetic Yellow dan Oxygen Blue, serta pelek 17 inci berdesain baru pada varian tertingginya.
Sudah Terdaftar di Indonesia
Menariknya, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) BYD Atto 2 sebelumnya telah lebih dulu terdaftar di Indonesia, dengan dugaan kuat menggunakan kode SC3E-ETD-1 (4×2) AT dan SC3E-STD-1 (4×2) AT. Tipe terendahnya tercatat memiliki NJKB sekitar Rp 245 jutaan, sementara varian di atasnya berada di kisaran Rp 281 jutaan.
Perlu dicatat, angka NJKB ini bukan patokan harga jual akhir karena belum memperhitungkan komponen biaya lain seperti pajak. Sebagai perbandingan, di negara asalnya BYD Atto 2 dibanderol mulai dari 74.800 yuan, atau setara sekitar Rp 199,5 juta.
Dengan status yang sudah terdaftar di Indonesia, BYD Atto 2 masih memiliki peluang besar untuk resmi meluncur di Tanah Air, menambah variasi pilihan di segmen SUV listrik ringkas yang kian ramai persaingannya seiring masuknya berbagai merek dan model baru ke pasar otomotif Indonesia.








