ROCKOMOTIF, Jakarta – Pembalap Indonesia asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Glenn Nirwan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara GT4 Australia 2026 kategori Silver-AM bersama rekan setimnya, Zac Soutar, dari Team Soutar Motorsport Australia.
Gelar tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Glenn yang menjalani musim keduanya di kompetisi GT4 Australia. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti peningkatan performa dan konsistensinya setelah melalui berbagai proses pembelajaran serta persiapan selama beberapa musim terakhir.
“Syukur alhamdulillah ini hasil yang luar biasa banget buat saya, specially buat keluarga saya, karena di tahun ini the Nirwan brothers jadi juara nasional. Abang saya, Ryan, back-to-back juara nasional rally dan sprint rally Indonesia, saya sendiri jadi juara nasional GT4 Australia,” ungkap Glenn.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada sang istri yang selalu mendukung perjuangannya mengejar mimpi hingga ke Australia.
Glenn dan Zac Soutar berhasil meraih podium di lima dari enam sirkuit yang menjadi bagian dari kalender balap tahun ini.
Glenn menyebut persiapan selama masa jeda kompetisi atau off-season menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan performanya. Program latihan, termasuk penggunaan simulator, memberikan kontribusi besar terhadap kesiapan menghadapi setiap seri balapan.
Menariknya, Glenn mengaku sangat terkesan dengan perkembangan teknologi simulator saat ini. Bahkan, catatan waktu yang diperolehnya selama latihan simulator mampu menunjukkan hasil yang hampir identik dengan waktu yang dicatatkannya di sejumlah sirkuit Australia.
Tidak hanya dari sisi teknis, komunikasi dan koordinasi seluruh anggota tim juga semakin solid.
“Komunikasi antaranggota tim juga semakin solid banget. Setiap permintaan driver benar-benar tereksekusi dengan baik oleh engineer dan mekanik. Seriously, I couldn't have asked for a better team,” ujarnya.
Glenn juga mengakui adanya peningkatan kemampuan mengemudi yang cukup signifikan sepanjang musim 2026.

Salah satu indikatornya adalah keberhasilannya meraih beberapa pole position di sejumlah putaran kompetisi. Hasil tersebut menjadi bukti konkret dari proses latihan, evaluasi, dan kerja keras yang dilakukan selama ini.
Pengalaman dari musim sebelumnya turut menjadi modal penting. Data-data balapan tahun lalu dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai kesalahan dan menemukan aspek yang perlu ditingkatkan.
Menurutnya, peningkatan performa tersebut membutuhkan persiapan dan konsistensi yang tidak hanya dilakukan pada satu lintasan, tetapi di seluruh sirkuit yang menjadi bagian dari kejuaraan.
Keberhasilan meraih gelar juara juga merupakan hasil kerja sama yang baik antara Glenn dan rekan setimnya, Zac Soutar.
Glenn mengaku bersyukur memiliki rekan setim yang terbuka untuk berdiskusi dan saling memberikan masukan demi meningkatkan performa tim.
Ia juga menyoroti hubungan kolaborasi antara Team Soutar Motorsport Australia dan BRM Motorsport Indonesia yang dinilainya berjalan sangat baik.
Dengan gaya khasnya, Glenn bahkan mengibaratkan hubungan kedua tim tersebut seperti gendang dan lagu dangdut yang tidak bisa dipisahkan untuk menghasilkan irama yang menyenangkan.
Glenn mengenang pertama kali datang ke Australia sekitar tiga tahun lalu untuk mengikuti balapan di Sandown sebagai pembalap Tufflift Racing. Saat itu, hasil yang diperolehnya jauh dari harapan karena harus finis di posisi terakhir.
Namun, perjalanan waktu membuktikan bahwa kerja keras dan proses pembelajaran mampu membawa perubahan besar.
Pada 2026, Glenn kembali menginjakkan kaki di Sirkuit Sandown dalam tahun terakhirnya bersama Tufflift Racing. Kali ini, ia pulang dengan status sebagai juara GT4 Australia 2026 kategori Silver-AM.
“What a way to close a chapter,” ungkapnya.
Meski belum bersedia mengungkapkan rencana berikutnya, Glenn memberikan sinyal bahwa akan ada sesuatu yang baru dalam perjalanan karier balapnya pada 2027.
“Tahun depan akan ada hal yang baru yang belum bisa gw reveal sekarang. But it's going to be awesome!” tutup Glenn. (*)








