ROCKOMOTIF, Tangerang Selatan – Honda Super-ONE dibanderol Rp 438 juta OTR Jakarta. Untuk mobil listrik mungil, angka itu jelas bikin kening berkerut. Tapi setelah mencobanya langsung di ISDC Serpong, Pusdiklantas Alam Sutera, kesimpulan singkatnya begini: harganya tidak bohong. Honda Super-ONE memang bukan mobil listrik biasa.
Teknologinya benar-benar membuat kita lupa sedang mengendarai mobil listrik. Feeling berkendaranya pun tidak seperti naik EV pada umumnya. Sensasi mobil bermesin konvensional dapat banget.
Biangnya ada di mode Boost. Begitu diaktifkan, tenaga motor listrik naik dari 47 kW di mode Normal menjadi 70 kW. Hasilnya, mobil mungil ini terasa lincah dan tenaganya cukup bikin kaget. Senyum otomatis muncul.
Ketika mode ini diaktifkan, karakter mobil berubah lebih agresif. Tenaga meningkat, suara mesin virtual hadir mengikuti injakan pedal, sementara simulasi perpindahan gigi tujuh percepatan memberikan sensasi berkendara yang lebih interaktif.
Baca juga: In This Economy, Mau Beli Mobil Honda Ini Harus Tunggu Satu Tahun

Sensasi tersebut memang buatan, tetapi justru di situlah menariknya. Ada pengalaman yang membuat pengemudi kembali tersenyum, terutama saat merasakan respons akselerasi dan perpindahan virtualnya.
Menurut keterangan Honda, karakter suaranya terinspirasi dari City Turbo II dan Integra Type R. Ditambah lagi, sensasi downshift terasa natural, mirip mengendarai mobil sport.
Meski ini review singkat, dari sisi pengendaraan dan kenikmatan berkendara, Super-ONE punya ciri khas sendiri yang tidak ditawarkan mobil listrik kecil lain di Indonesia.
Jangan Dibandingkan dengan Mobil China
Kalau dihitung dengan kalkulator, yaitu baterai 29,6 kWh dan jarak tempuh di kisaran 200-an kilometer, harga Rp 438 juta memang terasa mahal. Tapi yang dibeli di sini bukan sekadar angka kapasitas baterai. Wajar kalau mobil ini banyak peminatnya meski harganya tidak murah.
Jadi, rasanya tidak perlu membanding-bandingkan Honda Super-ONE dengan mobil listrik China hanya berdasarkan harga atau fitur. Keduanya bisa punya pendekatan berbeda.
Honda Super-ONE menawarkan karakter, sensasi, dan kesenangan berkendara yang menjadi daya tarik tersendiri. Buat pencinta otomotif yang masih merindukan feel mobil bermesin konvensional, EV mungil ini punya jawaban yang cukup menghibur.
Bukan berarti lebih unggul dalam segala hal, tetapi memang beda kelas pengalaman berkendara.

Baca juga: Harga Honda Super-ONE Dijual Rp 400 Jutaan
Honda Super-ONE digerakkan oleh satu motor listrik di roda depan. Pada mode Normal, motor ini menghasilkan tenaga 47 kW atau sekitar 63 dk, lalu naik menjadi 70 kW atau sekitar 95 PS saat mode Boost aktif, dengan torsi 162 Nm. Tenaganya berasal dari baterai berkapasitas 29,6 kWh yang menjanjikan jarak tempuh hingga 274 km menurut siklus WLTC versi Jepang, atau sekitar 205 km menurut standar WLTP.
Untuk pengisian daya, Super-ONE mendukung DC fast charging 50 kW yang mengisi baterai dari 20 ke 80 persen dalam sekitar 30 menit, sedangkan pengisian AC 6 kW membutuhkan sekitar 4,5 jam. Bobotnya hanya sekitar 1.090 kg, dengan lima mode berkendara, yaitu Econ, City, Normal, Sport, dan Boost.
Fitur yang menonjol meliputi simulasi transmisi 7 percepatan, paddle shift, Active Sound Control, Single Pedal Control di mode City, serta Honda Sensing. Mobil ini dipasarkan sebagai CBU yang diimpor langsung dari Jepang, dengan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km dan garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km.
Honda Super-ONE dijual Rp438.000.000 OTR Jakarta. Untuk pilihan warna two-tone Boost Violet Pearl, ada tambahan Rp10 juta. Warna lainnya adalah Crystal Black Pearl dan Luminous Grey.

Update Penjualan di Indonesia
Indonesia hanya mendapat alokasi 100 unit untuk 2026. Pemesanan dibuka 5 Agustus 2026, dan per 6 Agustus sudah tercatat 132 pesanan, melampaui kuota hanya dalam sehari.
Menurut Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, pemesanan kemudian melampaui 180 unit. Pemesan terbesar datang dari Jabodetabek (35 persen), disusul Jawa Barat (23 persen).
Dari sisi distribusi, data wholesales Gaikindo mencatat 46 unit dikirim ke dealer pada Agustus 2026, sementara data impor menunjukkan 73 unit sudah masuk ke Indonesia. Pengiriman ke konsumen dijadwalkan berlangsung dari akhir Agustus hingga akhir Oktober 2026.
Soal tambahan kuota, Honda belum bisa memastikan jumlahnya. Di Jepang, Super-ONE mencatat lebih dari 12.000 pemesanan dalam dua bulan sejak diluncurkan.








