Dampak PSBB, Udara Kota Jakarta Lebih Bersih

0
jalan kosong wfh
Jalanan Jakarta kosong akibat banyak yang WFH (Foto/Antara)

ROCKOMOTIF, Jakarta – Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) telah mengeluarkan data terkait polusi di Kota Jakarta, setelah ada seruan social distancing dari pemerintah.

Dalam data yang diberikan KPBB, mereka mencatat ada penurunan yang sangat drastis dari waktu ke waktu. Mengenai polusi yang biasanya dihasilkan oleh kendaraan bermotor di DKI Jakarta.

Sejak wabah covid-19 menyerang Indonesia, khususnya Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan pembatasan mobilitas penduduk DKI Jakarta dalam menurunkan pandemi ini.

Baca juga: Anies Larang Ojol Angkut Penumpang Selama PSBB Jakarta

“Apabila pada 10 hari pertama social/physical distancing (16 – 25 Maret 2020) belum berhasil menurunkan pencemaran udara di DKI Jakarta. Maka berbeda dengan pelaksanaan 10 hari kedua social/physical distancing (26 Maret – 4 April 2020) di mana pencemaran udara di DKI Jakarta telah turun drastis. Sehingga kualitas udara mendekati kategori Baik (PM2.5 rata-rata 18.46 µg/m3),” jelas Ahmad Safrudin, Eksekutif Direktur KPBB, dalam video conferensinya bersama Forum Wartawan Otomotif (13/4) malam.

Dengan begitu, pembatasan kendaraan bermotor yang dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran virus corona, juga mampu memberikan dampak baik terhadap kualitas udara DKI Jakarta. Yang biasanya dipenuhi dengan polusi dari asap kendaraan bermotor.

“Dengan kata lain, hibernasi atau meditasi alam sebagai akibat dari Covid-19 pandemic dengan seruan Pemerintah. Serta diikuti oleh masyarakat untuk melakukan social/physical distancing telah mampu menurunkan pencemaran udara secara signifikan. Sehingga akan sangat membantu meringankan risiko bagi penderita terinfeksi Covid-19,” tandasnya.

LEAVE A REPLY